Jumat, 28 April 2017

Matan Keyakinan dan Cita-Cita Muhammadiyah



Matan Keyakinan dan Cita – Cita Muhammadiyah


Description: G:\Tugas Kuliah\smt 1\Logo-UMP-HitamPutih.jpg


Disususn oleh :
1.      Dewi Rohmawati              1501050010
2.      Mauliza Vian Utami          1501050011
3.      Teta Fitria                          1501050012
4.      Anggun Novita Sari          1501050013
5.      Intan Ramadhan               1501050014








PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2017

Kata Pengantar


Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Matan Keyakinan dan Cita – Cita Muhammadiyah.”Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata kuliah Studi Islam 2 di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Dalam penulisan makalah ini, penulis merasa memiliki banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang penulis miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini, penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak- pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini.

Purwokerto, Februari 2017


Daftar Isi


BAB III PENUTUP. 8





BAB I

PENDAHULUAN

 

A.                Latar Belakang

Setiap individu pasti memiliki keinginan yang ingin dicapai.Keinginan itu biasa disebut dengan cita-cita.Dengan memiliki sebuah cita-cita, seseorang berambisi untuk menggapai apa yang diharapkannya dengan melakukan sebuah usaha. Akan tetapi, sebuah cita-cita tanpa disertai dengan keyakinan untuk menggapainya, akan terbilang percuma. Mengapa demikian? Karena cita-cita tanpa disertai dengan keyakinan hanya akan menjadi sebuah mimpi belaka. Dengan memiliki cita-cita dan keyakinan, seseorang akan bersemangat dalam mewujudkan apa yang menjadi tujuannya.
Begitu juga dengan sebuah organisasi, yang didalamnya terdapat kumpulan dari beberapa individu.Namun berbeda dengan cita-cita yang dimiliki seorang individu, cita-cita atau impian yang dimiliki oleh sebuah organisasi lebih mengarah pada tujuan bersama. Hal tersebut dikarenakan cita-cita dalam sebuah organisasi akan memberikan pengaruh yang lebih besar pada apa yang dituju. Seperti yang akan dibahas dalam makalah ini, penulis akan membahas mengenai cita-cita yang dimiliki oleh Muhammadiyah yang disebut sebagai organisasi Islam di Indonesia.


B.                 Rumusan Masalah

1.      Apa Pengertian Matan Keyakinan dan Cita Cita Hidup Muhammadiyah?
2.      Bagaimana Sejarah Perumusan Matan Keyakinan dan Cita – Cita Muhammadiyah?
3.      Apa saja Isi Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah?
4.      Bagaimana Islam Dalam Keyakinan Muhammadiyah?
5.      Bagaimana Pemikiran Pemikiran dan gerakan Muhammadiyah dalam bidang akidah, ibadah, akhlak dan muamalah duniawiyah?

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.                Pengertian Matan Keyakinan dan Cita Cita Hidup Muhammadiyah

Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah adalah sebuah teks dan putusan resmi persyarikatan yang disahkan oleh sidang Tanwir. Berisi tentang matan atau teks keyakinan dan cita-cita persyarikatan.
Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah pada dasarnya merupakan rumusan ideologi Muhammadiyah yang menggambarkan tentang hakekat Muhammadiyah, faham agama menurut Muhammadiyah dan misi Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Matan Keyakinan dan Cita-cita hidup Muhammadiyah adalah sistem paham (ideologi) Muhammadiyah dalam memperjuangkan gerakan untuk mencapai tujuan atau dengan kata lain substansi ideologis yang mengandung paham agama yang fundamental.

B.                 Sejarah Perumusan Matan Keyakinan dan Cita – Cita Muhammadiyah



Tokoh-tokoh Perumusan MKCH
1.      Buya KH. Malik Ahmad
2.      Buya AR. Sutan Mansur
3.      Prof. Dr. H. M. Rasyidi
4.      KHM. Djindar Tamimy
5.      KH. Djarnawi Hadikusuma
6.      KH. AR. Fachruddin, disamping tokoh muda pada waktu itu adalah Drs. Muhamad Djazman Al-Kindi.
2.      Menjadikan Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Artinya: Islam adalah agama untuk semua yang ada di dunia ini, di pelajari oleh siapa saja, dan diamalkan untuk siapa saja adalah menjadi cita-cita Muhammadiyah.
3.      Dalam amalan Muhammadiyah berdasarkan Al-Qur’an, Hadits.
4.      Melaksanakan ajaran-ajaran Islam meliputi segala bidang, baik Akhlak, Aqidah, Ibadah, Muamalah.
5.      Muhammadiyah mengajak segenap lapisan bangsa Indonesia yang telah mendapat karunia Allah berupa tanah air yang mempunyai sumber-sumber kekayaan, kemerdekaan bangsa dan Negara Republik Indonesia yang berdasar pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, untuk berusaha bersama-sama menjadikan suatu negara yang adil dan makmur dan diridhoi AllahSWT:
“Baldatun Thayyibatub Wa Robbun Ghofur” (Keputusan Tanwir Tahun 1969 di Ponorogo)

C.                Isi Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah

Berikut adalah isi dari Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah :
1.      Muhammadiyah adalah Gerakan Islam dan Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, beraqidah Islam dan bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah, bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat utama, adil, makmur yang diridhoi Allah SWT, untuk melaksanakan fungsi dan misi manusia sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi.
2.      Muhammdiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah Agama Allah yang diwahyukan kepada Rasul-Nya, sejak Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada Nabi penutup Muhammad SAW, sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa, dan menjamin kesejahteraan hidup materil dan spritual, duniawi serta ukhrawi.
3.      Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam berdasarkan:
a.       Al-Qur’an: Kitab Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW;
b.      Sunnah Rasul: Penjelasan dan palaksanaan ajaran-ajaran Al-Qur’an yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan akal fikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam.
4.      Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya ajaran-ajaran Islam yang meliputi bidang akhlak, aqidah, ibadah, muamalah.
5.      Muhammadiyah mengajak segenap lapisan bangsa Indonesia yang telah mendapat karunia Allah berupa tanah air yang mempunyai sumber-sumber kekayaan, kemerdekaan bangsa dan Negara Republik Indonesia yang berdasar pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, untuk berusaha bersama-sama menjadikan suatu negara yang adil dan makmur dan diridhoi AllahSWT:
“Baldatun Thayyibatub Wa Robbun Ghofur” (Keputusan Tanwir Tahun 1969 di Ponorogo)

Catatan:
Rumusan Matan tersebut telah mendapat perubahan dan perbaikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah:
a.       Atas kuasa Tanwir tahun 1970 di Yogyakarta;
b.      Disesuaikan dengan Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke 41 di Surakarta.           

D.                Islam Dalam Keyakinan Muhammadiyah

Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang besar di Indonesia.Muhammadiyah berdiri pada tanggal 18 Nopember 1912 (8 Dzulhijah 1330 H).  Nama organisasi ini diambil dari nama Muhammad SAW, sehingga Muhammadiyah juga dikenal sebagai orang-orang yang menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW.Ajaran Muhammadiyah bersumber pada Al-Qur’an dan as-Sunnah.Tujuan utama Muhammadiyah adalah mengembalikan seluruh penyimpangan yang terjadi dalam proses dakwah. Penyimpangan ini sering menyebabkan ajaran Islam bercampur-baur dengan kebiasaan di daerah tertentu dengan alasan adaptasi.Gerakan muhammadiyah mempunyai ciri membangun tata sosial dan pendidikan masyarakat yang lebih maju dan terdidik.
Dalam pembentukannya, muhammadiyah banyak  merefleksikan kepada perintah-perintah Al-Qur’an, diantaranya surat Ali Imran ayat 104 yang berbunyi: Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebijakan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.Ayat tersebut, menurut para tokoh muhammadiyah, mengandung isyarat untuk bergeraknya umat dalam menjalankan dakwah Islam secara terorganisasi, umat yang bergerak, yang juga mengandung penegasan tentang hidup berorganisasi.Maka dalam butir ke-6 Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah dinyatakan, melancarkan amal-usaha dan perjuangan dengan ketertiban organisasi, yang mengandung makna pentingnya organisasi sebagai alat gerakan yang niscaya.
Muhammadiyah yang merupakan sebuah gerakan social keagamaan yang didirikan oleh KH.Ahmad Dahlan ini tak lepas dari gerakan pembaharuan dan suatu fenomena modern pada saat ini. Ciri kemodernan saat ini, menurut Dr. M. Amien Rais, ada tiga hal pokok :
1.       Bentuk gerakannya yang terorganisasi.
2.      Aktivitas pendidikannya yang mengacu pada model sekolah modern untuk ukuran zamannya.
3.      Pendekatan teknologis yang digunakan dalam mengembangkan aktivitas organisasi terutama amal usahanya.
Kendati pun Muhammadiyah lahir sebagai suatu perwujudan dari suatu proses pemikiran yang mendalam, tetapi yang diberikan Muhammadiyah kepada masyarakat bukanlah dalam bentuk gerakan pemikiran semata-mata, akan tetapi diaplikasikan berupa amal nyata di tengah-tengah masyarakat.
Sebagai gerakan Islam modern, Muhammadiyah mendasarkan programnya untuk membersihkan Islam dari pengaruh ajaran yang salah, memperbaharui sistem pendidikan Islam, dan memperbaiki kondisi sosial kaum muslimin Indonesia.Diantara program-program ini, maka pendidikan merupakan aspek yang sangat menonjol dari pembaharuan yang dilakukan oleh Muhammadiyah.Sebagai gerakan yang berlandaskan agama, maka ide pembaharuan Muhammadiyah ditekankan pada usaha untuk memurnikan Islam dari pengaruh tradisi dan kepercayaan lokal yang bertentangan dengan ajaran Islam.Dalam kaitan ini usaha usaha pembaharuan yang dilakukan Muhammadiyah banyak terkait dengan masalah-masalah praktis ubudiyah dan muamalah.
Dakwah merupakan gerakan Muhammadiyah sebagai perwujudan dari dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar.Dalam Muhammadiyah dinyatakan bahwa “maksud” Gerakan Dakwah Islam Amar Ma’ruf Nahi Munkar yang ditujukan kepada dua bidang yaitu Perseorangan dan masyarakat.
1. Perseorangan yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu :
a) Orang yang sudah islam (Umua Ija;bah)
b) Orang yang belum islam (Umat Dakwah)
2. Masyarakat
Pada kategori ini sifat dakwah yang digerakkan muhammadiyah berbeda-beda disesuaikan dengan karakter, situasi dan kondisi masing-masing.Sifat dakwah yang ditujukan kepada orang yang sudah islam bukan lagi bersifat ajakan untuk menerima islam sebagai keyakinan, akan tetapi bersifat Tajdid dalam arti pemurnian. Artinya bahwa tajdid yang dikenakan pada golongan ini adalah bersifat menata kembali amal keagamaan mereka sedemikian bersih dan murninya.Sebagaiman yang diajarkan oleh Allah dan Rsul-rasul-Nya.
Dakwah islam kepada orang yang belum islam adalah merupakan ajakan, seruan dan panggilan yang bersifat menggembirakan, menyenangkan atau tabsyir. Adapun tujuan utamanya adalahagar mereka bisa mengerti, memahami ajaran Islam, dan kemudian mau menerima Islam sebagai agamanya, dilakukan dengan menunjukkan Mahasinul-Islam(keindahan islam) dengan keterangan-keterangan dan tingkah laku  (contoh teladan) serta tanpa paksaan.
Dakwah terhadap orang yang belum islam hendaknya lebih dikedepankan Islam dari sisi yang menggembirakan, yang ringan-ringan, yang dapat menimbulkan kesan bahwa sesungguhnya beragama islam itu ternyata mudah dan menggembirakan, bukan menambah beban dan tidak akan menimbulkan kesusahan dan kesulitan

E.                 Pemikiran Pemikiran dan gerakan Muhammadiyah dalam bidang akidah, ibadah, akhlak dan muamalah duniawiyah:

1.      ‘Aqidah
Akidah yaitu ajaran yang berhubungan dengan kepercayaan keyakinan hidup.Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya aqidah Islam yang murni, bersih dari gejala-gejala kemusyrikan, bid’ah dan khufarat, tanpa mengabaikan prinsip toleransi menurut ajaran Islam.
 Contohnya adalah : memakai kalung/benang penangkal bala (syirik), masih mempercayai faham animisme dan dinamisme (khurafat).
2.      Akhlak
      Dalam bidang Akhlaq adalah berupa mendidikkan dan mendayakan sikap hidup yang mulia dan terpuji dan bersamaan dengan hal tersebut menuntunkan untuk melepaskan diri dari sikap dan kebiasaan hidup yang tercela dan menjijikan.Dalam keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah dinyatakan bahwa Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilai-nilai akhlaq mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran Al-Quran dan Sunnah Rasul, tidak bersendi kepada nilai-nilai ciptaan manusia.
3.      Ibadah
      Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW, tanpa tambahan dan perubahan dari manusia.Dalam bidang ibadah terhadap orang yang sudah islam harus menjalankan ibadah sebagaimana yang dituntunkan oleh Rasulullah saw tanpa tambahan/perubahan dari manusia (bid’ah) serta menghilangkan kebiasaan berniat Taqliq.
4.      Muamalah Duniawiyah
      Dalam bidang Muamalat Duniawiyat Muhammadiyah mengajarkan dalam bentuk membimbing, menuntunkan kepada mereka agar dalam berkiprah ditengah-tengah masyarakat dengan berbagai kegiatannya mereka selalu berpedoman kepada qaidah-qaidah yang telah digariskan oleh ajaran agama.
Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya mu’amalat duniawiyah (pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat) dengan berdasarkan ajaran Agama serta menjadi semua kegiatan dalam bidang ini sebagai ibadah kepada Allah SWT.

BAB III

PENUTUP


Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang melaksanakan da’wah amar ma’ruf nahi munkar dengan maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam yang sehingga terwujud masyarakan islam yang sebenar benarnya. Sebagai sebuah organisasi Islam yang menjunjung tinggi ajaran menurut Nabi Muhammad SAW.Muhammadiyah memiliki keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah sebagai usaha Muhammadiyah untuk mencapai tujuannya.
Muhammadiyah berjalan diatas prinsip gerakannya, seperti yang dimaksud di dalam Matan Keyakinan Cita-cita Hidup Muhammadiyah, Salah satunya adalah Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya ajaran-ajaran Islam yang meliputi bidang-bidang seperti Aqidah, Akhlak, Ibadah dan Muamalah Duniawiyah.


Daftar Pustaka

 

Hambali, H. (2006). IDEOLOGI DAN STRATEGI MUHAMMADIYAH. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.
Pasha, M. K., & Darban, A. A. (2003). MUHAMMADIYAH sebagai GERAKAN ISLAM. Yogyakarta: Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam.

 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar